Chemical and Treatment Solutions
Solusi kimia dan biologis untuk mendukung sistem pengolahan air dan air limbah yang stabil, efisien, dan sesuai regulasi.
Featured Products


PAC (Poly Aluminium Chloride) Industrial Grade adalah koagulan berbasis aluminium yang dirancang untuk berbagai aplikasi pengolahan air di sektor industri. Produk ini efektif untuk menghilangkan partikel tersuspensi, kekeruhan, dan senyawa organik dari air limbah atau air baku dalam berbagai proses industri. Tersedia PAC China untuk PAC kategori Industrial Grade.
Spesifikasi Umum
- Nama Produk: Poly Aluminium Chloride (PAC) Industrial Grade
- Formula Kimia: Al2(OH)nCl6−nAl₂(OH)nCl₆-nAl2(OH)nCl6−n
- CAS Number: 1327-41-9
- Penampilan: Bubuk kuning keemasan atau cairan kuning transparan
- Kelarutan: Larut 100% dalam air
- pH Optimal: 5.0 – 9.0
- Kemurnian Alumina (Al₂O₃): 28% – 30%
Kegunaan Utama
Pengolahan Air Limbah:
- Sebagai koagulan untuk menghilangkan partikel tersuspensi, bahan organik, dan fosfat dari air limbah industri.
- Meningkatkan efisiensi sistem pengolahan limbah (IPAL).
Pengolahan Air Industri:
- Digunakan dalam proses pengolahan air baku untuk keperluan pendingin (cooling water), boiler feed water, atau proses lainnya.
Industri Pertambangan:
- Membantu menghilangkan bahan padat dari slurry atau air limbah yang berasal dari kegiatan tambang.
Industri Kertas:
- Digunakan untuk meningkatkan kualitas air proses dalam pembuatan kertas.
Industri Tekstil:
- Sebagai koagulan untuk mengolah air limbah dari proses pencelupan dan finishing.
Keunggulan
- Efisiensi Tinggi: Mempercepat proses koagulasi dan flokulasi untuk menghilangkan kotoran dari air.
- Konsumsi Rendah: Mengurangi penggunaan bahan kimia tambahan lainnya.
- Serbaguna: Dapat digunakan di berbagai aplikasi industri dengan kebutuhan pengolahan air.
- Ramah Lingkungan: Menghasilkan lumpur yang lebih sedikit dibandingkan koagulan lain.
- Stabilitas Tinggi: Tahan dalam penyimpanan dengan kondisi yang sesuai.
Tabel Spesifikasi Teknis
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Penampilan | Bubuk kuning keemasan atau cairan |
| Kemurnian (Al₂O₃) | 28% – 30% |
| Basicity | 40 – 90% |
| pH (Larutan 1%) | 3.5 – 5.0 |
| Kelarutan | Larut 100% dalam air |
| Kandungan Logam Berat (Pb) | ≤ 0.003% |
| Kandungan Arsenik (As) | ≤ 0.0005% |
| Kandungan Air Tak Larut | ≤ 0.5% |






PAC (Poly Aluminium Chloride) Drinking Grade adalah koagulan berbasis aluminium yang dirancang khusus untuk pengolahan air minum. Produk ini memiliki tingkat kemurnian tinggi dan memenuhi standar untuk aplikasi air minum, membantu menghilangkan kotoran, partikel tersuspensi, dan mikroorganisme dalam proses pengolahan air. Tersedia PAC Jerman, Jepang, dan China untuk PAC kategori Drinking Grade.
Spesifikasi Umum
- Nama Produk: Poly Aluminium Chloride (PAC) Drinking Grade
- Formula Kimia: Al2(OH)nCl6−nAl₂(OH)nCl₆-nAl2(OH)nCl6−n
- CAS Number: 1327-41-9
- Penampilan: Bubuk kuning pucat atau cairan jernih
- Kelarutan: Larut 100% dalam air
- pH Optimal: 6.5 – 8.5
- Kemurnian Alumina (Al₂O₃): ≥ 30%
Kegunaan Utama
Pengolahan Air Minum:
- Digunakan untuk koagulasi dan flokulasi dalam proses pengolahan air minum.
- Membantu menghilangkan partikel tersuspensi, kekeruhan, dan warna air.
- Efektif untuk mengurangi kandungan logam berat, fosfat, dan mikroorganisme.
Industri Makanan dan Minuman:
- Digunakan sebagai bahan pengolahan air yang aman untuk proses produksi makanan dan minuman.
Pengolahan Air Industri:
- Diterapkan pada sistem pengolahan air yang digunakan dalam aplikasi industri dengan kebutuhan air bersih.
Keunggulan
- Kemurnian Tinggi: Memenuhi standar air minum dengan kandungan logam berat yang sangat rendah.
- Efisiensi Tinggi: Mempercepat proses pengendapan dan penghilangan partikel tersuspensi.
- Ramah Lingkungan: Aman digunakan dan menghasilkan lebih sedikit lumpur dibandingkan bahan koagulan lainnya.
- Cepat Larut: Mudah larut dalam air, sehingga mempermudah proses aplikasi.
- Konsumsi Lebih Rendah: Mengurangi kebutuhan bahan kimia tambahan dalam proses pengolahan.
Tabel Spesifikasi Teknis
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Penampilan | Bubuk kuning pucat atau cairan |
| Kemurnian (Al₂O₃) | ≥ 30% |
| Basicity | 40 – 60% |
| pH (Larutan 1%) | 3.5 – 5.0 |
| Kelarutan | Larut 100% dalam air |
| Kandungan Logam Berat (Pb) | ≤ 0.001% |
| Kandungan Arsenik (As) | ≤ 0.0001% |
| Kandungan Air Tak Larut | ≤ 0.1% |




1. Poly Aluminium Chloride (PAC Liquid)
Poly Aluminium Chloride (PAC) dalam bentuk cair adalah koagulan berbasis aluminium yang digunakan untuk pengolahan air. Produk ini sangat efektif untuk menghilangkan kotoran, partikel tersuspensi, dan mikroorganisme, membuatnya ideal untuk pengolahan air minum dan air limbah.
Kegunaan Utama:
- Pengolahan air minum.
- Pengolahan air limbah industri.
- Mengurangi kekeruhan dan menghilangkan senyawa organik.
2. Poly Aluminium Sulfat
Poly Aluminium Sulfat adalah koagulan cair yang digunakan untuk aplikasi pengolahan air. Produk ini membantu mempercepat proses pengendapan partikel tersuspensi dalam air, menjadikannya pilihan yang tepat untuk kebutuhan industri dan pengolahan limbah.
Kegunaan Utama:
- Pengolahan air limbah.
- Peningkatan kejernihan air baku dalam industri.
- Pemisahan partikel halus dalam sistem pengolahan.
3. Aluminium Chlorohydrate (ACH Liquid)
Aluminium Chlorohydrate (ACH) adalah koagulan cair dengan kandungan aluminium tinggi dan tingkat kemurnian yang lebih baik dibandingkan koagulan lainnya. Produk ini banyak digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan efisiensi tinggi seperti pengolahan air minum dan industri tertentu.
Kegunaan Utama:
- Pengolahan air minum berkualitas tinggi.
- Aplikasi dalam industri tekstil dan kertas.
- Efektif untuk pengolahan air limbah dengan kandungan organik tinggi.
4. Aluminium Sulfat Liquid
Aluminium Sulfat cair adalah salah satu bahan kimia yang paling umum digunakan dalam proses pengolahan air dan limbah. Koagulan ini membantu menghilangkan kekeruhan, partikel tersuspensi, dan senyawa fosfat dari air.
Kegunaan Utama:
- Pengolahan air baku untuk keperluan industri.
- Mengurangi fosfat dalam air limbah.
- Meningkatkan efisiensi sistem pengolahan limbah.




Polymer Anionic adalah polimer bermuatan negatif (anionik) yang dirancang untuk berbagai aplikasi industri, terutama dalam proses pengolahan air, pemisahan padatan-cair, dan peningkatan efisiensi produksi. Polimer ini sangat efektif sebagai flokulan untuk menggabungkan partikel tersuspensi dan meningkatkan kejernihan air.
Spesifikasi Umum
- Nama Produk: Polymer Anionic
- Formula Kimia: Polimer bermuatan anionik (variasi tergantung formulasi)
- CAS Number: 9003-05-8
- Penampilan: Bubuk putih, granular, atau bentuk emulsi cair
- Kelarutan: Larut dalam air
- pH Optimal: 6.0 – 9.0
- Ionic Charge: Muatan negatif (anionik)
Kegunaan Utama
Pengolahan Air dan Limbah:
- Sebagai flokulan untuk membantu pengendapan partikel tersuspensi di instalasi pengolahan air limbah.
- Meningkatkan efisiensi sistem dewatering lumpur.
Industri Pertambangan:
- Digunakan untuk pemisahan mineral dari slurry dalam proses flotasi atau sedimentasi.
Industri Kertas:
- Meningkatkan retensi serat dan filler dalam proses produksi kertas.
- Membantu dalam pengendalian air putih (white water control).
Industri Minyak dan Gas:
- Digunakan dalam pengolahan air limbah yang berasal dari proses pengeboran.
Industri Tekstil:
- Sebagai agen untuk meningkatkan kejernihan dalam proses pencelupan dan pengolahan limbah tekstil.
Keunggulan
- Efektif untuk Partikel Halus: Membantu mengikat partikel kecil yang sulit diendapkan.
- Rentang Penggunaan Luas: Dapat digunakan di berbagai aplikasi industri.
- Cepat Larut: Larut dengan baik dalam air sehingga mudah diaplikasikan.
- Ramah Lingkungan: Mendukung proses pengolahan yang lebih efisien dan mengurangi dampak limbah.
- Efisiensi Biaya: Mengurangi penggunaan bahan kimia tambahan lainnya.
Tabel Spesifikasi Teknis
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Penampilan | Bubuk putih atau cairan emulsi |
| Kelarutan | Larut 100% dalam air |
| Muatan Ionik | Anionik |
| Kandungan Padatan (%) | 89-92% (untuk bubuk) |
| Berat Molekul | Tinggi hingga sangat tinggi |
| pH Optimal | 6.0 – 9.0 |
| Dosis Penggunaan | 0.1-0.5 ppm (tergantung aplikasi) |
| Stabilitas Penyimpanan | 2 tahun pada kondisi kering |



Polymer Cationic adalah senyawa berbasis polimer dengan muatan kationik yang dirancang khusus untuk aplikasi di berbagai sektor industri, terutama pengolahan air dan limbah. Polimer ini sangat efektif dalam membantu pengendapan partikel tersuspensi, meningkatkan kejernihan air, dan memisahkan padatan dari cairan.
Spesifikasi Umum
- Nama Produk: Polymer Cationic
- Formula Kimia: Polimer bermuatan kationik (variasi tergantung produsen)
- CAS Number: 9003-05-8
- Penampilan: Bubuk putih, granular, atau bentuk emulsi cair
- Kelarutan: Sangat larut dalam air
- pH Optimal: 6.0 – 8.0
- Ionic Charge: Muatan positif (kationik)
Kegunaan Utama
Pengolahan Air dan Limbah:
- Digunakan sebagai flokulan untuk membantu pemisahan padatan-cair di instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
- Efektif untuk menghilangkan bahan organik, lumpur, dan partikel tersuspensi.
Industri Kertas:
- Digunakan untuk meningkatkan retensi serat dan filler dalam proses pembuatan kertas.
- Membantu dalam proses penyaringan dan pengendalian air putih.
Industri Tekstil:
- Sebagai agen pengental dan pengendapan pewarna tekstil.
Industri Minyak dan Gas:
- Membantu dalam pengolahan air limbah yang berasal dari proses pengeboran minyak.
Industri Pertambangan:
- Digunakan untuk meningkatkan efisiensi dalam pemisahan mineral dari slurry.
Keunggulan
- Efisiensi Tinggi: Mampu mengurangi kebutuhan bahan kimia tambahan lainnya.
- Serbaguna: Cocok untuk berbagai aplikasi di sektor industri.
- Ramah Lingkungan: Produk ini dapat membantu mengurangi beban limbah yang terlepas ke lingkungan.
- Cepat Larut: Mudah larut dalam air sehingga mempermudah penggunaannya.
- Kinerja Optimal: Sangat efektif pada rentang pH yang luas.
Tabel Spesifikasi Teknis
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Penampilan | Bubuk putih atau cairan emulsi |
| Kelarutan | Larut 100% dalam air |
| Muatan Ionik | Kationik |
| Kandungan Padatan (%) | 89-92% (untuk bubuk) |
| Berat Molekul | Tinggi hingga sangat tinggi |
| pH Optimal | 6.0 – 8.0 |
| Tingkat Iritasi | Rendah |
| Stabilitas Penyimpanan | 2 tahun pada kondisi kering |
| Dosis Penggunaan | 0.1-0.5 ppm (tergantung aplikasi) |


Ferrous Sulphate Monohydrate, juga dikenal sebagai besi sulfat monohidrat, adalah senyawa kimia dengan formula FeSO₄·H₂O. Ini merupakan bentuk hidrat dari ferrous sulphate yang biasanya digunakan dalam berbagai aplikasi industri dan pertanian.
Spesifikasi Umum
- Formula Kimia: FeSO₄·H₂O
- Penampilan: Kristal atau bubuk berwarna putih keabu-abuan hingga hijau pucat
- Kelarutan: Larut dalam air
Kegunaan Utama
Industri Pertanian:
- Sebagai suplemen nutrisi dalam pupuk untuk meningkatkan kadar zat besi di tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman.
- Digunakan dalam pencegahan dan pengobatan defisiensi besi pada tanaman.
Pengolahan Air dan Limbah:
- Digunakan sebagai agen flokulan untuk menghilangkan partikel tersuspensi.
- Efektif dalam mengontrol bau dan mengurangi fosfat di instalasi pengolahan limbah.
Industri Kimia:
- Digunakan dalam sintesis bahan kimia lain, seperti pigmen besi oksida.
Industri Tekstil:
- Sebagai mordant dalam pencelupan kain untuk meningkatkan warna dan daya tahan pewarna.
Aplikasi Hewan Ternak:
- Sebagai suplemen zat besi dalam pakan hewan untuk mencegah anemia.
Keunggulan
- Efisiensi Tinggi: Kandungan besi tinggi dengan ketersediaan biologis yang baik.
- Ramah Lingkungan: Membantu mengurangi polusi dengan aplikasi pada pengolahan limbah.
- Serbaguna: Cocok untuk berbagai aplikasi industri dan pertanian.
Spesifikasi Teknis Ferrous Sulphate Monohydrate
Parameter Nilai Nama Kimia Ferrous Sulphate Monohydrate Formula Kimia FeSO₄·H₂O CAS Number 13463-43-9 Kemurnian (FeSO₄) ≥ 91% Kadar Besi (Fe) ≥ 30% Kadar Air (H₂O) ≤ 2% pH (Larutan 5%) 3.0 – 5.0 Penampilan Bubuk kristal hijau pucat Ukuran Partikel 95% lolos pada 20 mesh Kelarutan Larut dalam air


Ferrous Sulphate Heptahydrate adalah senyawa kimia berbentuk kristal dengan formula kimia FeSO₄·7H₂O. Senyawa ini merupakan bentuk hidrat dari ferrous sulphate yang umum digunakan di berbagai aplikasi industri, pertanian, dan pengolahan limbah.
Spesifikasi Umum
- Nama Kimia: Ferrous Sulphate Heptahydrate
- Formula Kimia: FeSO₄·7H₂O
- CAS Number: 7782-63-0
- Penampilan: Kristal hijau kebiruan
- Kelarutan: Larut dalam air
- pH: Bersifat asam dalam larutan
Kegunaan Utama
Industri Pertanian:
- Sebagai pupuk untuk meningkatkan kadar besi di tanah yang kurang nutrisi.
- Digunakan untuk mengatasi kekurangan zat besi pada tanaman.
Pengolahan Air dan Limbah:
- Sebagai agen flokulan untuk mengendapkan partikel tersuspensi dalam air.
- Efektif untuk mengurangi fosfat dan mengontrol bau di instalasi pengolahan limbah.
Industri Kimia:
- Digunakan dalam pembuatan pigmen, seperti besi oksida.
- Sebagai bahan baku dalam produksi bahan kimia lain.
Aplikasi Hewan Ternak:
- Sebagai suplemen zat besi dalam pakan hewan untuk mencegah anemia.
Industri Pewarna dan Tekstil:
- Sebagai mordant untuk memperbaiki daya tahan warna pada kain.
Keunggulan
- Efisiensi Tinggi: Kandungan zat besi yang tinggi untuk berbagai kebutuhan.
- Multifungsi: Cocok untuk digunakan di berbagai sektor industri dan pertanian.
- Ramah Lingkungan: Mendukung aplikasi berkelanjutan terutama di sektor pengolahan limbah.
- Biaya Terjangkau: Salah satu sumber zat besi yang ekonomis dibandingkan alternatif lainnya.
Tabel Spesifikasi Teknis
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Formula Kimia | FeSO₄·7H₂O |
| Kemurnian (FeSO₄) | ≥ 98% |
| Kadar Besi (Fe) | ≥ 19.5% |
| Kadar Air (H₂O) | ≤ 45% |
| pH (Larutan 5%) | 3.0 – 4.0 |
| Penampilan | Kristal hijau kebiruan |
| Ukuran Partikel | 95% lolos pada 20 mesh |
| Logam Berat (Pb) | ≤ 10 ppm |
| Arsenik (As) | ≤ 2 ppm |
Water Treatment System

Sewage Treatment Plant (STP) adalah sistem pengolahan air limbah domestik yang berasal dari aktivitas manusia, seperti toilet, dapur, kamar mandi, dan fasilitas penunjang lainnya. STP dirancang untuk mengolah air limbah agar memenuhi baku mutu lingkungan sebelum dibuang ke badan air atau digunakan kembali untuk keperluan tertentu, seperti penyiraman atau utilitas non-konsumsi.
Air limbah domestik umumnya mengandung bahan organik, padatan tersuspensi, nutrien, minyak & lemak, serta mikroorganisme, sehingga memerlukan proses pengolahan yang tepat dan stabil.
Fungsi dan Tujuan STP
Sewage Treatment Plant memiliki fungsi utama untuk:
Menurunkan BOD, COD, TSS, dan kandungan organik
Mengendalikan bau dan mencegah pencemaran lingkungan
Menjaga kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar
Memenuhi persyaratan regulasi lingkungan yang berlaku
Mendukung keberlanjutan operasional fasilitas atau kawasan
STP menjadi fasilitas penting pada kawasan industri, perkantoran, perumahan, fasilitas umum, kamp tambang, dan area operasional terpencil.
Proses Pengolahan dalam STP
Sistem STP umumnya terdiri dari beberapa tahapan pengolahan yang saling terintegrasi, antara lain:
1. Pre-Treatment
Tahap awal untuk menyaring dan mengurangi beban pencemar kasar, meliputi:
Screening
Grit chamber
Equalization tank
- Grease Trap
Tahap ini bertujuan untuk melindungi unit proses selanjutnya dan menjaga kestabilan sistem.
2. Proses Biologis
Tahap utama dalam pengolahan air limbah domestik, menggunakan mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik terlarut.
Metode yang umum digunakan antara lain:
Activated Sludge
Extended Aeration
Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR)
Kombinasi anaerob–aerob (sesuai kebutuhan)
Pemilihan proses disesuaikan dengan:
Karakteristik limbah
Kapasitas
Ketersediaan lahan
Kondisi operasional lokasi
3. Secondary Clarification
Proses pemisahan lumpur biologis dari air olahan menggunakan sedimentasi. Lumpur yang terbentuk dapat dikembalikan ke proses biologis (return sludge) atau dibuang sebagai excess sludge.
4. Disinfection
Tahap akhir untuk mengurangi kandungan mikroorganisme patogen sebelum air dilepas ke lingkungan, umumnya menggunakan:
Chlorination
UV system
Metode disinfeksi lain sesuai kebutuhan
5. Sludge Handling
Pengelolaan lumpur hasil pengolahan meliputi:
Penebalan lumpur
Dewatering
Pengangkutan atau pemanfaatan lanjutan
Pendekatan PT Kamiada Lestari Indonesia dalam STP
PT Kamiada Lestari Indonesia menyediakan layanan STP secara terintegrasi, mencakup:
🔹 Engineering, Procurement & Construction (EPC)
Studi awal dan analisis karakteristik air limbah
Perancangan proses dan kapasitas STP
Rekayasa detail dan pemilihan teknologi
Pengadaan peralatan dan material
Konstruksi, instalasi, dan commissioning
🔹 Operation & Maintenance (O&M)
Operasi harian STP
Monitoring kualitas efluen
Optimasi proses biologis
Pemeliharaan rutin dan preventif
Pelaporan kinerja sistem
🔹 Chemical & Biological Support
Penyediaan bahan kimia pendukung proses
Produk biologis untuk stabilisasi dan recovery sistem
Program dosing dan evaluasi performa
Pendekatan ini memastikan STP tidak hanya berfungsi saat commissioning, tetapi juga stabil dan andal dalam jangka panjang.
Aplikasi Sewage Treatment Plant
STP yang kami tangani diaplikasikan pada berbagai sektor, antara lain:
Kawasan industri
Perkantoran dan gedung komersial
Perumahan dan kawasan terpadu
Rumah sakit dan fasilitas umum
Kamp tambang dan site operasional pertambangan
Setiap sistem dirancang secara site-specific sesuai kondisi lapangan dan kebutuhan klien.
Komitmen terhadap Kepatuhan dan Keberlanjutan
Dalam setiap proyek STP, PT Kamiada Lestari Indonesia berkomitmen untuk:
Memenuhi baku mutu air limbah yang berlaku
Mengutamakan keselamatan dan keandalan operasi
Menggunakan pendekatan yang efisien dan berkelanjutan
Mendukung operasional klien secara jangka panjang
Diskusikan Kebutuhan Sewage Treatment Plant Anda
Tim teknis kami siap membantu merancang dan mengoperasikan STP sesuai kebutuhan dan kondisi lokasi Anda.
Wastewater Treatment Plant (WWTP) adalah sistem pengolahan air limbah yang berasal dari kegiatan industri, pertambangan, dan proses produksi, yang mengandung beban pencemar lebih kompleks dibandingkan limbah domestik. Air limbah ini dapat mengandung BOD, COD, TSS tinggi, minyak & lemak, senyawa kimia spesifik, nutrien, hingga logam berat, sehingga memerlukan pendekatan pengolahan yang tepat dan terkontrol.
WWTP dirancang untuk memastikan air limbah yang dihasilkan telah memenuhi baku mutu lingkungan sebelum dibuang ke badan air atau digunakan kembali sesuai peruntukannya.
Fungsi dan Tujuan WWTP
Wastewater Treatment Plant berfungsi untuk:
Mengurangi beban pencemar organik dan anorganik
Mengendalikan kandungan zat berbahaya dan beracun (B3) tertentu
Menjaga kualitas lingkungan dan badan air penerima
Memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan
Mendukung keberlanjutan operasional industri dan pertambangan
WWTP menjadi fasilitas kritis pada industri manufaktur, kawasan industri, fasilitas pengolahan, serta site pertambangan (nickel, gold, coal).
Karakteristik Air Limbah yang Ditangani
Air limbah yang diolah dalam WWTP sangat bervariasi tergantung sektor, antara lain:
Beban COD dan BOD tinggi
Fluktuasi debit dan konsentrasi pencemar
pH ekstrem
Kandungan logam berat
Minyak, lemak, dan padatan tersuspensi tinggi
Karakteristik ini menuntut desain WWTP yang spesifik lokasi (site-specific) dan tidak dapat disamaratakan.
Proses Pengolahan dalam WWTP
Sistem WWTP umumnya terdiri dari beberapa tahapan pengolahan yang saling terintegrasi, antara lain:
1. Pre-Treatment
Tahap awal untuk mengurangi beban awal dan melindungi unit proses utama, meliputi:
Screening
Grit chamber
Equalization tank
Oil & grease trap (jika diperlukan)
2. Primary Treatment
Tahap pengolahan fisik dan kimia untuk menurunkan TSS dan sebagian beban organik, meliputi:
Netralisasi pH
Koagulasi dan flokulasi
Primary clarifier atau sedimentation tank
3. Secondary (Biological) Treatment
Tahap utama untuk menurunkan kandungan organik terlarut menggunakan proses biologis, seperti:
Activated Sludge
Extended Aeration
Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR)
Anaerobic–Aerobic system
Pemilihan proses disesuaikan dengan karakteristik limbah dan target efluen.
4. Tertiary Treatment (Advanced Treatment)
Tahap lanjutan untuk memenuhi standar efluen yang lebih ketat, meliputi:
Filtrasi
Advanced oxidation process (AOP)
Chemical polishing
Disinfection
5. Sludge Handling
Pengelolaan lumpur hasil proses pengolahan meliputi:
Thickening
Dewatering
Penyimpanan dan pengangkutan lumpur
Pengelolaan lumpur dilakukan sesuai dengan ketentuan lingkungan yang berlaku.
Pendekatan PT Kamiada Lestari Indonesia dalam WWTP
PT Kamiada Lestari Indonesia menyediakan layanan WWTP secara menyeluruh, dengan pendekatan teknis yang terintegrasi:
🔹 Engineering, Procurement & Construction (EPC)
Analisis karakteristik air limbah
Perancangan proses dan kapasitas WWTP
Rekayasa detail dan pemilihan teknologi
Pengadaan peralatan dan material
Konstruksi, instalasi, dan commissioning
🔹 Operation & Maintenance (O&M)
Operasi harian WWTP
Monitoring kualitas efluen dan kinerja proses
Optimasi proses pengolahan
Pemeliharaan rutin dan preventif
Pelaporan kinerja lingkungan
🔹 Chemical & Biological Treatment Support
Penyediaan bahan kimia pengolahan
Produk biologis untuk stabilisasi dan recovery sistem
Program dosing dan evaluasi berkala
Pendekatan ini memastikan WWTP dapat beroperasi stabil dalam jangka panjang, bahkan pada kondisi beban limbah yang fluktuatif.
Aplikasi Wastewater Treatment Plant
WWTP yang kami tangani diterapkan pada berbagai sektor, antara lain:
Industri manufaktur
Kawasan industri
Industri tekstil dan makanan & minuman
Pertambangan (Nickel, Gold, Coal)
Fasilitas pengolahan dan utilitas industri
Setiap sistem dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik limbah, kondisi lokasi, serta target baku mutu efluen.
Komitmen terhadap Kepatuhan dan Keandalan Operasi
Dalam setiap proyek WWTP, PT Kamiada Lestari Indonesia berkomitmen untuk:
Memenuhi peraturan dan baku mutu lingkungan
Menjamin keselamatan dan keandalan sistem
Mengoptimalkan efisiensi biaya operasional
Mendukung operasional klien secara berkelanjutan
Diskusikan Kebutuhan Wastewater Treatment Plant Anda
Tim teknis kami siap membantu merancang, membangun, dan mengoperasikan WWTP sesuai karakteristik limbah dan kebutuhan lokasi Anda.
Water Treatment Plant (WTP) adalah sistem pengolahan air baku yang berasal dari sumber alami seperti sungai, danau, waduk, air tanah, atau sumber permukaan lainnya, untuk menghasilkan air bersih yang memenuhi standar kualitas sesuai dengan peruntukannya.
WTP berperan penting dalam memastikan ketersediaan air bersih yang aman, stabil, dan andal untuk kebutuhan:
PDAM
Industri
Fasilitas komersial
Kawasan operasional pertambangan dan utilitas pendukung
Fungsi dan Tujuan WTP
Water Treatment Plant dirancang untuk:
Menurunkan kekeruhan (turbidity) dan TSS
Menghilangkan warna, bau, dan rasa tidak diinginkan
Mengendalikan kandungan besi (Fe), mangan (Mn), dan zat terlarut lainnya
Menjamin kualitas air sesuai standar baku mutu
Menyediakan pasokan air bersih yang kontinu dan stabil
WTP menjadi fasilitas kritis terutama pada area dengan kualitas air baku yang fluktuatif atau kondisi lingkungan yang menantang.
Karakteristik Air Baku yang Ditangani
Air baku yang diolah dalam WTP dapat memiliki karakteristik yang berbeda-beda, antara lain:
Kekeruhan tinggi (terutama saat musim hujan)
Kandungan Fe dan Mn
Warna dan bahan organik alami
Fluktuasi debit dan kualitas air
Kandungan padatan tersuspensi dan terlarut
Perbedaan karakteristik ini menuntut desain WTP yang spesifik lokasi (site-specific) dan tidak dapat disamaratakan.
Proses Pengolahan dalam Water Treatment Plant
Sistem WTP umumnya terdiri dari beberapa tahapan pengolahan yang saling terintegrasi, antara lain:
1. Pre-Treatment
Tahap awal untuk menyiapkan air baku sebelum masuk proses utama, meliputi:
Intake dan screening
Grit removal
Equalization (jika diperlukan)
2. Koagulasi dan Flokulasi
Tahap penting untuk menggumpalkan partikel halus agar mudah diendapkan, menggunakan:
Koagulan (seperti PAC atau alum)
Flokulan (polymer)
Proses ini sangat dipengaruhi oleh karakteristik air baku, sehingga diperlukan optimasi dosis melalui uji jar dan pemantauan berkala.
3. Sedimentasi
Tahap pemisahan flok hasil koagulasi–flokulasi melalui pengendapan, sehingga beban padatan dapat diturunkan secara signifikan sebelum proses lanjutan.
4. Filtrasi
Tahap penyaringan untuk menghilangkan sisa partikel halus, umumnya menggunakan:
Sand filter
Multimedia filter
Pressure filter (sesuai kebutuhan)
5. Disinfeksi
Tahap akhir untuk memastikan air bebas dari mikroorganisme patogen, menggunakan:
Chlorination
Sistem disinfeksi lain sesuai standar yang berlaku
Pendekatan PT Kamiada Lestari Indonesia dalam WTP
PT Kamiada Lestari Indonesia menyediakan layanan Water Treatment Plant secara terintegrasi, mencakup:
🔹 Engineering, Procurement & Construction (EPC)
Studi sumber air dan karakteristik air baku
Perancangan proses dan kapasitas WTP
Rekayasa detail dan pemilihan teknologi
Pengadaan peralatan dan material
Konstruksi, instalasi, dan commissioning
🔹 Operation & Maintenance (O&M)
Operasi harian instalasi WTP
Monitoring kualitas air hasil olahan
Optimasi proses koagulasi dan filtrasi
Pemeliharaan rutin dan preventif
Pelaporan kinerja sistem
🔹 Chemical Treatment Support
Penyediaan bahan kimia pengolahan air
Program dosing koagulan dan flokulan
Optimasi penggunaan bahan kimia untuk efisiensi biaya dan stabilitas kualitas air
Pendekatan ini memastikan WTP dapat beroperasi stabil dalam jangka panjang, meskipun terjadi fluktuasi kualitas air baku.
Aplikasi Water Treatment Plant
Water Treatment Plant yang kami tangani diaplikasikan pada berbagai sektor, antara lain:
PDAM dan sistem penyediaan air minum
Industri manufaktur
Kawasan industri dan komersial
Fasilitas utilitas
Site pertambangan dan camp operasional
Setiap sistem dirancang berdasarkan kondisi sumber air, kebutuhan kapasitas, dan target kualitas air.
Komitmen terhadap Kualitas dan Keandalan Pasokan Air
Dalam setiap proyek WTP, PT Kamiada Lestari Indonesia berkomitmen untuk:
Menyediakan air bersih dengan kualitas yang konsisten
Memenuhi standar dan regulasi yang berlaku
Mengutamakan keandalan sistem dan kemudahan operasi
Mendukung keberlanjutan operasional klien
Diskusikan Kebutuhan Water Treatment Plant Anda
Tim teknis kami siap membantu merancang, membangun, dan mengoperasikan WTP sesuai dengan karakteristik air baku dan kebutuhan operasional Anda.
